Zenith Project terbentuk dari obrolan santai di sela-sela kerjaan kantor. berawal dari iseng, tapi tumbuh jadi misi bersama. Para personilnya sama-sama punya keresahan: “Kenapa akhir-akhir ini band baru jarang yang muncul kepermukaan? Kok lebih banyak solo dan duo, ya? Dari situlah semangat mereka tumbuh. Zenith Project hadir sebagai penanda bahwa band belum mati bahwa suara yang dihasilkan bersama tetap punya tempat penting di industri musik saat ini.
Mayuu adalah seorang vokalis dengan karakter vokal yang khas dan energi yang kuat di atas panggung. Memulai perjalanan musik sejak kecil dan aktif dalam berbagai band sejak masa sekolah, Mayuu memiliki pengalaman yang matang dalam dunia tarik suara. Ia dikenal menyukai musik metal dan rock sebagai identitas utamanya, namun tetap fleksibel membawakan lagu-lagu pop dengan gayanya sendiri. Kecintaannya pada berbagai genre menjadikan Mayuu sebagai sosok vokalis dengan karakter yang kuat dan autentik.


Sejak kecil, Unfree udah tertarik dengan alat musik gitar, gara-gara waktu itu ngeliat gitaris di atas panggung keliatan keren banget. Sekarang, dia jadi otak di balik riff-riff catchy dan distorsi padat yang jadi ciri khas band ini. Terinspirasi dari Linkin Park dan Fear, and Loathing in Las Vegas, gaya mainnya ngasih nuansa agresif yang bikin tiap lagu punya energi sendiri. Meski orangnya santai dan kalem, dia justru paling detail kalau udah ngomongin aransemen dan struktur lagu.
Malik Irsyad adalah bassis yang introvert dan lebih memilih mengekspresikan diri lewat musik. Awalnya ia memainkan gitar, Menjadi gitaris di bandnya saat SMA, namun beralih ke bass saat direkrut oleh band ini. Meski jarang tampil sebagai pusat perhatian, kehadiran Malik selalu memberi warna kuat dalam setiap penampilan, menjadi fondasi musik yang solid dan konsisten.


Lahir di jakarta dan besar di Bekasi, Riyan pertama kali mengenal musik lewat pelayanan di gereja, tempat di mana ia mulai belajar gitar sebelum akhirnya jatuh hati pada drum. Perjalanan bermusiknya dibentuk dari pengalaman melayani dan mengiringi jemaat, yang membuatnya peka terhadap dinamika permainan dan perasaan di balik tiap irama. Kesempatan bergabung di band ini datang ketika ia dipercaya menggantikan posisi drummer sebelumnya, dan sejak itu, musik bukan sekadar hobi, tapi juga cara untuk terus bertumbuh bersama komunitas.

Zenith Project terbentuk dari obrolan santai di sela-sela kerjaan kantor. berawal dari iseng, tapi tumbuh jadi misi bersama. Para personilnya sama-sama punya keresahan: “Kenapa akhir-akhir ini band baru jarang yang muncul kepermukaan? Kok lebih banyak solo dan duo, ya? Dari situlah semangat mereka tumbuh. Zenith Project hadir sebagai penanda bahwa band belum mati bahwa suara yang dihasilkan bersama tetap punya tempat penting di industri musik saat ini.

Mayuu adalah seorang vokalis dengan karakter vokal yang khas dan energi yang kuat di atas panggung. Memulai perjalanan musik sejak kecil dan aktif dalam berbagai band sejak masa sekolah, Mayuu memiliki pengalaman yang matang dalam dunia tarik suara. Ia dikenal menyukai musik metal dan rock sebagai identitas utamanya, namun tetap fleksibel membawakan lagu-lagu pop dengan gayanya sendiri. Kecintaannya pada berbagai genre menjadikan Mayuu sebagai sosok vokalis dengan karakter yang kuat dan autentik.


Sejak kecil, Unfree udah tertarik dengan alat musik gitar, gara-gara waktu itu ngeliat gitaris di atas panggung keliatan keren banget.Sekarang, dia jadi otak di balik riff-riff catchy dan distorsi padat yang jadi ciri khas band ini. Terinspirasi dari Linkin Park dan Fear, and Loathing in Las Vegas, gaya mainnya ngasih nuansa agresif yang bikin tiap lagu punya energi sendiri. Meski orangnya santai dan kalem, dia justru paling detail kalau udah ngomongin aransemen dan struktur lagu.

Malik Irsyad adalah bassis yang introvert dan lebih memilih mengekspresikan diri lewat musik. Awalnya ia memainkan gitar, Menjadi gitaris di bandnya saat SMA, namun beralih ke bass saat direkrut oleh band ini. Meski jarang tampil sebagai pusat perhatian, kehadiran Malik selalu memberi warna kuat dalam setiap penampilan, menjadi fondasi musik yang solid dan konsisten.



Lahir di jakarta dan besar di Bekasi, Riyan pertama kali mengenal musik lewat pelayanan di gereja, tempat di mana ia mulai belajar gitar sebelum akhirnya jatuh hati pada drum. Perjalanan bermusiknya dibentuk dari pengalaman melayani dan mengiringi jemaat, yang membuatnya peka terhadap dinamika permainan dan perasaan di balik tiap irama. Kesempatan bergabung di band ini datang ketika ia dipercaya menggantikan posisi drummer sebelumnya, dan sejak itu, musik bukan sekadar hobi, tapi juga cara untuk terus bertumbuh bersama komunitas.